CILEGON, ( Skema Rubrik ) –
Aktivitas pembakaran gas (flaring) dalam proses start-up pabrik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menuai keresahan warga. Langit Kota Baja memerah, diselimuti asap hitam pekat yang membubung dari cerobong pabrik petrokimia tersebut.
Fenomena ini telah berlangsung sejak April hingga 2 Juni 2025, dan kian menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Letak pemukiman yang berdekatan dengan lokasi pabrik membuat dampak visual dan pencemaran udara terasa langsung. Warga mengaku panik dan takut melihat asap hitam yang mencemari udara dan menggelapkan langit mereka.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum LSM Gerakan Peduli Pembangunan Rakyat Banten (GAPURA Banten), Husen Saidan, mengecam keras aktivitas flaring tersebut dan mendesak PT LCI bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Kami mendesak PT Lotte memberikan jaminan kesehatan, seperti BPJS, bagi warga yang terdampak. Ini bukan sekadar uji coba biasa—dampaknya sangat nyata dan dirasakan masyarakat,” tegas Husen kepada wartawan, Senin (2/6).
Husen juga meminta Wali Kota Cilegon untuk segera turun tangan dan memanggil manajemen PT LCI guna meminta pertanggungjawaban konkret. Ia mengusulkan agar perusahaan menyediakan dana jaminan kesehatan sosial melalui kerja sama dengan bank daerah sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kesehatan warga.
Bagaimana jika terjadi hal yang tidak diinginkan? Misalnya, warga mengalami sesak napas, pingsan, bahkan kehilangan penglihatan akibat paparan udara tercemar. Harus ada skema jaminan kesehatan sosial yang jelas. Tujuannya agar ketika terjadi insiden, warga sudah terlindungi dan pemerintah daerah tidak kebingungan mencari solusi,” ujarnya.
Kami bukan anti-industri. Tapi semua perusahaan wajib tunduk pada aturan yang berlaku, termasuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Lotte Chemical Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait insiden flaring yang memicu kepanikan di tengah masyarakat tersebut. (Rls/Admin)