Nomor HP Pimpinan Majelis Ta’lim Al Futuhatil Barokah Diduga Diretas, Pesan Mencurigakan Minta Saldo Beredar

Nomor HP Pimpinan Majelis Ta’lim Al Futuhatil Barokah Diduga Diretas, Pesan Mencurigakan Minta Saldo Beredar

Serang, Skemarubrik.com | — Nomor handphone yang terdaftar atas nama H. Madraya, pimpinan Majelis Ta’lim Al Futuhatil Barokah, diduga menjadi sasaran peretasan. Akibat peretasan tersebut, akun WhatsApp yang terkait diduga disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengirim pesan permintaan uang atau pinjaman saldo kepada sejumlah kontak korban.Minggu,23/11/25

Kejadian ini pertama kali diketahui setelah beberapa anggota dan kontak pimpinan majelis menerima pesan singkat melalui WhatsApp yang meminta pinjaman saldo dengan alasan mendesak. Pesan tersebut dikirim dari nomor yang selama ini tercatat sebagai kontak resmi H. Madraya, sehingga menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan jamaah serta relasi majelis.

H. Madraya membantah telah mengirim pesan-pesan tersebut dan menyatakan bahwa akunnya kemungkinan telah diakses orang lain. “Saya tidak pernah meminta uang atau saldo melalui pesan singkat. Jika ada pihak yang menerima permintaan seperti itu dari nomor atas nama saya, mohon jangan ditanggapi dan segera laporkan,” ujar H. Madraya dalam pernyataan singkatnya kepada redaksi.

Dalam pernyataannya, H. Madraya juga memohon kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan pelacakan dan tindakan tegas terhadap pelaku peretasan. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk mencegah penyalahgunaan identitas digital yang berpotensi merugikan masyarakat. “Kami berharap pihak kepolisian dan pihak terkait dapat menindaklanjuti kasus ini supaya tidak ada korban lebih banyak lagi,” tambahnya.

Pihak keluarga dan pengurus majelis mengimbau kepada jamaah dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan:

  • Jangan menanggapi atau mengirim uang/transfer bila mendapat permintaan yang mencurigakan, meskipun berasal dari nomor yang dikenal.
  • Konfirmasi langsung melalui saluran resmi yang sudah dikenal sebelumnya (mis. datang langsung ke majelis atau menghubungi sekretariat resmi) sebelum mengirimkan bantuan finansial.
  • Simpan bukti percakapan dan segera laporkan ke pihak berwajib jika menerima pesan serupa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian Resort setempat mengenai laporan atau perkembangan penyelidikan atas dugaan peretasan tersebut. Redaksi akan terus memantau dan menyajikan pembaruan bila ada perkembangan baru dari pihak berwenang atau pengurus Majelis Ta’lim Al Futuhatil Barokah.

(RF/Red)

Tinggalkan Balasan