Wagub Banten: Capaian Keagamaan Banten Belum Mencerminkan Daerah Religius

Wagub Banten: Capaian Keagamaan Banten Belum Mencerminkan Daerah Religius

SERANG, Skemarubrik.com| – Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah menyoroti pentingnya penguatan pendidikan agama sejak dini di tengah menurunnya kualitas pembinaan keagamaan anak-anak di Banten. Ia menegaskan, kecerdasan spiritual harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan, baik di keluarga maupun di sekolah.

Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri kegiatan pembinaan guru dan tokoh pendidikan keagamaan di Banten. Dalam sambutannya, Dimyati mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi saat ini, di mana nilai-nilai religius mulai melemah, meski Banten dikenal sebagai daerah santri dan ulama.
“Dulu saya menerapkan, anak mau masuk SD ke SMP harus hafal doa-doa. Mau masuk SMP ke SMA harus bisa membaca Al-Qur’an minimal satu juz. Itu penting, karena Banten ini daerah religius,” kata Dimyati.

Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya membentuk kemampuan membaca atau menghafal, tetapi juga membangun karakter anak agar lebih sabar, santun, hormat kepada orang tua, serta dekat dengan Allah dan Rasul-Nya.
Dimyati juga menyoroti peran orang tua, khususnya ibu, dalam mendidik anak. Ia menyebut banyak anak justru memiliki kemampuan keagamaan lebih baik dibanding orang tuanya karena didikan yang konsisten di rumah.

“Anak-anak sekarang kadang lebih hafal, lebih paham. Ini karena hebatnya ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengajarkan di rumah. Kejadian seperti ini banyak kita temui,” ujarnya.

Namun demikian, Dimyati menilai capaian keagamaan Banten secara umum masih belum memuaskan. Ia menyinggung prestasi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Banten yang dinilai stagnan dan belum mampu menembus peringkat atas secara nasional.

“MTQ saja kita belum bisa menembus lima besar. Bahkan sepuluh besar pun sulit. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen pribadi, Dimyati mengaku kerap memberikan bantuan langsung untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan, termasuk melalui organisasi dan lembaga, agar bantuan lebih merata dan tepat sasaran.

“Kalau lewat lembaga, bisa dihitung mana yang sudah terbantu dan mana yang belum. Ini lebih efektif daripada bantuan langsung yang berulang ke orang yang sama,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan spiritual guru dan tenaga pendidik merupakan kunci utama dalam mencetak generasi yang berakhlak. Guru, menurutnya, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga nilai kehidupan.

“Yang paling penting itu kecerdasan spiritual. Anak-anak harus mencintai Allah dan Rasul, berakhlak baik, santun, dan hormat kepada orang tua. Itu hasil dari pendidikan agama,” ujar Dimyati.

Menutup sambutannya, Dimyati mengajak seluruh pihak untuk kembali menghidupkan semangat kebersamaan, silaturahmi, dan berlomba dalam kebaikan demi membangun kualitas sumber daya manusia Banten yang religius dan berkarakter.

(Red-Lies h)

Tinggalkan Balasan