Pipa Gas Pertamina di Babelan Bocor, Warga Dievakuasi Akibat Sesak Napas

Pipa Gas Pertamina di Babelan Bocor, Warga Dievakuasi Akibat Sesak Napas

​BEKASI|Skemarubrik.com – Warga Kampung Buni Baru, Desa Bunibakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, digemparkan dengan kebocoran pipa gas milik Pertamina pada Minggu (7/6/2026). Kebocoran ini menimbulkan aroma gas yang sangat menyengat dan mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.

​Video yang beredar menunjukkan semburan gas yang membumbung tinggi di area persawahan, memicu kepanikan warga yang berusaha menjauh dari area terdampak. Ketua RT setempat, Naswadi, mengonfirmasi bahwa kepanikan sempat terjadi, bahkan ada warga yang jatuh pingsan akibat paparan gas tersebut.

​”Bukan asap, itu gas. Keluarnya gas sampai setinggi beberapa meter, bahkan terdengar sampai beberapa kilometer dari tempat kejadian,” ungkap Naswadi di lokasi. Hingga saat ini, setidaknya satu warga dilaporkan telah dievakuasi ke klinik terdekat karena mengalami sesak napas akibat terlalu banyak menghirup gas.

Menanggapi peristiwa membahayakan ini, Ketua Umum IWO Indonesia, NR Icang Rahardian, mendesak Pertamina dan pihak terkait untuk segera melakukan penanganan yang serius.

​”Kami meminta pihak Pertamina sebagai pengelola jaringan pipa untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh dan perbaikan. Keselamatan warga di Babelan harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu ada korban lebih banyak lagi baru bergerak,” tegas Icang.

​Dalam berbagai insiden industri, seperti kebocoran pipa atau kilang, sering kali muncul kekhawatiran mengenai pelepasan gas beracun seperti Hidrogen Sulfida (H₂S) yang bersifat mematikan. Meski Pertamina dalam beberapa kasus sebelumnya, seperti insiden Kilang Dumai, telah menegaskan bahwa tidak ada gas beracun yang menyebar ke permukiman warga, insiden di Babelan ini tetap memerlukan langkah mitigasi yang cepat dan transparan untuk memastikan keamanan udara di sekitar permukiman.

​Icang menekankan bahwa selain risiko ledakan, kesehatan warga adalah prioritas utama. “Warga harus benar-benar menjauhi lokasi. Selain ancaman risiko ledakan, menghirup gas yang bocor sangat berbahaya bagi saluran pernapasan dan sistem saraf. Kami meminta warga untuk tetap waspada dan segera mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Icang. (MA/Tim-Red)

Tinggalkan Balasan