Kota Serang|Skemarubrik.com — Pondasi merupakan faktor utama dalam setiap pembangunan, dimana pondasi bagus akan mempengaruhi kwalitas pembangunan. Begitu juga dengan peningkatan jalan, dimana pengerasan bahu yang di kerjakan asal-asalan dan tidak memperhatikan spek galian bahu jalan. Akan mempengaruhi kwalitas jalan tersebut.
Hal ini terlihat jelas di peningkatan jalan di ruas jalan Terumbu -Priyayi, pantauan media ini terlihat nyata pengerasan bahu di lakukan secara asal-asalan dengan kedalaman agregat bahu jalan yang dangkal, tidak ada pemadatan menggunakan alat berat saat batu agregat di gelar, sehingga dasar jalan masih stabil tidak padat dan saat ini akan di lakukan pengecoran jalan.
Sementara itu saat media ini menjambangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Bidang Bina Marga. Asdar sebagai kepala bidang Bina Marga menjelaskan untuk pengerasan bahu jalan luas kanan-kiri jalan yaitu 50 cm, sedangkan untuk pengerasan bahu jalan kedalaman 25 cm, ucapnya belum lama ini.
Masih kata Asdar, untuk ruas jalan yang tidak mempunyai bahu jalan, di alihkan volumenya ke pembuatan gorong”, sedangkan untuk Tempok Penahan Tanah (TPT) tidak ada. Pekerjaan Rokontruksi jalan Masigit – Terumbu ini di kerjakan oleh Penyedia Jasa CV. JJ Abrams Utama dan Konsultan pengawas CV. Citra Nusa Konsulindo dengan biaya kurang lebih ,2,8 Miliar lebih, sambungnya d ruang kerjanya.
Sementara itu di tempat terpisah Asep Saefudin, Dan Rekan Rekan pemerhati dilapangan pembangunan jalan yang tinggal di Kota Serang saat dimintai keterangan seputar peningkatan jalan di Kota Serang mengatakan, “sebagai masyarakat Kita Serang Kami atas mana masyarakat mengucapkan banyak terimakasih kepada Walikota Serang yang telah merealisasikan keinginan masyarakat Terumbu untuk peningkatan jalan Masigit- Terumbu yang telah lama di nanti”, terangnya.
Namun sangat di sayangkan, pelaksanaan peningkatan jalan tersebut di kerjakan secara asal-asalan dan tidak memperhatikan kwalitas pembangunan. Kalau toh, keterangan RAB kedalaman pengerasan bahu setebal 25 cm, seharusnya mengikuti RAB. Ini di liat kasat mana, asal aja dan tidak ada pengerasan menggunakan stum sebagai alat berat, sambungnya.
“Pak Walikota jelas telah mengatakan pelaksana jasa peningkatan jalan harus mengikuti RAB, bila mana tidak mengikuti akan tidak di bayar'”, ucapnya.
“Ke khawatiran masyarakat Terumbu bila mana lantai dasar masih labil, ini akan mempengaruhi kwalitas jalan beton. Sehingga harapan akan lebih lama menikmati jalan bagus. Karena lantainya tidak stabil akan cepat rusak” sambungnya.
“Kami meyakini, bila mana jalan sudah bagus, ini akan di lalui oleh kendaraan yang mempunyai beban berat. Dan lantai jalan tidak stabil rabat beton akan cepat rusak atau patah”, tegasnya
Perlu di ketahui Pemerintah Kota Serang saat ini sedang melaksanakan peningkatan jalan menggunakan rabat beton, dengan harapan kwalitas dan umur jalan akan lama bagusnya. Namun bila mana pihak Penyedia Jasa dalam pelaksanaannya peningkatan jalan secara asal-asalan ini akan berdampak kesemuanya. Sedangkan pemeliharaan jalan dengan rabat beton sangatlah tinggi beda dengan jalan aspal, paparnya.
Sampai berita ini di turunkan baik Penyedia Jasa atau Konsultan pengawas di ruas jalan Masigit- Terumbu, belum bisa di mintai keterangan.
(Tim-Red)

