Pemuda Pabuaran Soroti Pengangguran dan Optimalisasi PAD dalam Diskusi Publik FAMS

Pemuda Pabuaran Soroti Pengangguran dan Optimalisasi PAD dalam Diskusi Publik FAMS

Kabupaten Serang|Skemarubrik.com –‘ Diskusi Publik bertajuk “Menjembatani Pertumbuhan Investasi dengan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Kabupaten Serang Bahagia” yang digelar oleh Forum Aktivis Muda Serang (FAMS) menjadi ruang penyampaian kritik dan evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber dari Pemerintah Kabupaten Serang dan unsur legislatif, di antaranya Kepala Bapperida, Kepala Bapenda, Kepala Diskominfosatik, Sekretaris Disnakertrans mewakili kepala dinas, Sekretaris DPMPTSP mewakili kepala DPMPTSP, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten, serta turut hadir Asda II dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Serang.

Dalam forum tersebut, Geri Wijaya, pemuda asal Kecamatan Pabuaran, menyampaikan kritik terhadap jalannya refleksi satu tahun kepemimpinan daerah yang menurutnya lebih banyak menonjolkan keberhasilan pemerintah dibandingkan mengevaluasi program yang belum terealisasi.

“Di momentum refleksi satu tahun ini seharusnya Pemerintah Kabupaten Serang, khususnya para narasumber yang hadir, menyampaikan apa saja yang belum terealisasikan dalam satu tahun, bukan justru hanya menyampaikan kebaikan bupati saja,” ujar Geri Wijaya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan, khususnya di sektor ketenagakerjaan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Serang masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

“Saat ini tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Serang masih berada di angka 8,73 persen. Seharusnya pemerintah daerah mampu menyelesaikan persoalan tersebut agar cita-cita Kabupaten Serang Bahagia benar-benar terwujud,” katanya.

Selain itu, Geri juga menyinggung potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata Kabupaten Serang yang dinilai belum dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD daerah. Ia menilai optimalisasi pendapatan daerah sangat penting untuk mendorong pembangunan infrastruktur secara merata dan masif.

“Kabupaten Serang memiliki sumber daya alam yang besar. Seharusnya pendapatan dari sektor pariwisata bisa dimaksimalkan agar pembangunan infrastruktur berjalan lebih baik. Saya jadi curiga, apakah selama ini PAD Kabupaten Serang bocor?” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian dalam diskusi yang membahas keterkaitan antara investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Serang.

Melalui forum diskusi ini, FAMS berharap kepada seluruh peserta yang hadir untuk bersama sama menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan pengangguran, pendapatan daerah, dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.*(Red/Arp)

Tinggalkan Balasan