Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Fauzi saat kunjungan kerja di Cimahi, Jawa Barat, Jumat 3/7/2026(Foto: Dok).
Jabar|SkemaRubrik.com — Provinsi Banten memperoleh alokasi pembangunan empat flyover dan underpass pada perlintasan sebidang kereta api di Cisauk, Serpong, Jombang, dan Bintaro. Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi atas kemacetan kronis sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di sejumlah titik yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.
SkemaRubrik news, Cimahi ; Provinsi Banten memperoleh alokasi pembangunan empat flyover dan underpass pada perlintasan sebidang kereta api di Cisauk, Serpong, Jombang, dan Bintaro.
Proyek tersebut diharapkan menjadi solusi atas kemacetan kronis sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di sejumlah titik yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Fauzi mengatakan keempat lokasi itu dipilih karena memiliki volume kendaraan yang tinggi dan frekuensi perjalanan kereta api yang padat. Akibatnya, antrean kendaraan kerap mengular ketika palang pintu perlintasan ditutup.
“Empat titik ini memang sangat krusial. Setiap pagi masyarakat harus menghadapi kemacetan karena tingginya intensitas perjalanan kereta api. Infrastruktur berupa flyover maupun underpass menjadi kebutuhan yang mendesak,” kata Fauzi saat ditemui usai meninjau pembangunan flyover perlintasan sebidang di Cimahi, Jawa Barat, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Fauzi, masyarakat di wilayah penyangga Jakarta telah lama menghadapi persoalan tersebut. Kawasan Serpong, Cisauk, Jombang, dan Bintaro merupakan jalur penghubung penting yang setiap hari dilalui pekerja, pelajar, hingga kendaraan logistik menuju Jakarta dan sebaliknya.
Sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Banten, ia mengaku memahami dampak kemacetan yang dirasakan warga. Waktu tempuh yang seharusnya singkat kerap bertambah karena kendaraan harus menunggu kereta melintas berkali-kali dalam satu jam.
“Sebagai wakil rakyat dari Banten, saya tahu persis penderitaan masyarakat di kawasan pinggiran Jakarta. Mereka kehilangan banyak waktu karena harus mengantre di perlintasan seperti Pasar Serpong dan Cisauk hampir setiap hari,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan fisik dapat segera dimulai apabila persoalan pembebasan lahan diselesaikan. Karena itu, ia berencana menemui Gubernur Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, serta pemerintah kabupaten terkait untuk mempercepat proses tersebut.
“Saya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Wali Kota Tangerang Selatan, dan pemerintah daerah terkait agar pembebasan lahan bisa segera dituntaskan. Kalau lahannya sudah tersedia, proses pembangunannya akan jauh lebih mudah,” katanya.
Komisi V DPR RI menargetkan pembangunan empat flyover dan underpass tersebut dapat diselesaikan pada 2027. Namun, Fauzi mengingatkan bahwa target tersebut hanya bisa tercapai apabila pemerintah daerah mampu memenuhi kewajibannya dalam menyiapkan lahan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Menurut dia, pembangunan flyover dan underpass bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Perlintasan sebidang masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan, terutama ketika pengendara memaksakan diri menerobos palang pintu yang sudah tertutup.
Selain mengurangi potensi kecelakaan, pemisahan jalur antara kendaraan dan kereta api diyakini akan memperlancar arus lalu lintas, memangkas waktu tempuh masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar akibat antrean panjang, serta meningkatkan produktivitas ekonomi di kawasan penyangga ibu kota.
Fauzi berharap seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya menjadi lokasi pembangunan dapat memberikan dukungan penuh agar proyek tidak tertunda. Menurut dia, koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT KAI menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan.
“Bila flyover atau underpass tidak segera dibangun, kemacetan akan terus terjadi dan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang juga akan tetap membayangi masyarakat. Karena itu, saya berharap pembebasan lahan menjadi prioritas agar target penyelesaian pada 2027 bisa tercapai,” ujarnya.
Pembangunan empat flyover dan underpass di Cisauk, Serpong, Jombang, dan Bintaro diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki konektivitas transportasi di Banten. Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan mampu mendukung mobilitas masyarakat yang terus meningkat seiring pesatnya perkembangan kawasan Tangerang Raya sebagai daerah penyangga Jakarta. (Daus/Red)

